JAMBI.PUSARANONLINE-Akibat kabut asap, dua maskapai penerbangan gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Minggu (23/8/2026).
General Manajer Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyebut bahwa pesawat Batik Air dari Jakarta-Jambi gagal mendarat pukul 10.00 WIB, dan pesawat Super Air Jet dari Jakarta-Jambi pada pukul 11.25 WIB.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Akibatnya, Batik Air mengalihkan pendaratan pesawatnya ke Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam dan Super Air Jet dialihkan ke Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang.
Menurut Ardon, Batik Air telah terbang dari Jakarta dan gagal mendarat, sehingga langsung dialihkan ke Batam. Sementara Super Air Jet sebelum terbang dan rutenya langsung dialihkan dari Jakarta ke Palembang. Potret Udara Karhutla di Kalimantan, Kabut Asap juga Ancam Malaysia Karhutla Sumsel Meningkat, Penerbangan Terganggu Artikel Kompas.id “Iya, divert (dialihkan) ke Batam, untuk Super Air Jet, yang awalnya tujuan Jambi, langsung terbang dari Jakarta ke Palembang, tanpa mutar ke Jambi,” kata Ardon kepada Kompas.com, Minggu.
Baca juga: Menteri LH Sebut Asap Karhutla di Riau Kiriman dari Jambi, Buka Opsi Sekolah Diliburkan Ardon menjelaskan bahwa pengalihan tersebut dampak dari cuaca buruk berupa kabut asap sehingga berdampak pada penurunan jarak pandang. Saat ini, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi turun hingga 1.000 meter berada di bawah batas minimum keamanan untuk mendarat.
“Untuk visibility, pada pukul 09:30 WIB Lokal Time (LT) 5.000 meter; pukul 10.30 WIB LT: 1.000 meter; pukul 11:00 WIB, LT: 1000 meter; dan pukul 11:30 WIB LT: 1000 meter,” ungkap Ardon. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Karhutla di Jambi Hingga saat ini, sejumlah titik di wilayah Provinsi Jambi masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyebut bahwa hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan operasi pemadaman dan pendinginan.
Bachyuni mengaku, belum mendapat data terbaru lokasi kebakaran dalam satu bulan terakhir. Namun, berdasarkan data akumuliasi sejak 1 Januari 2026 hingga 9 Agustus 2026, total luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 300,12 hektare. Baca juga: BNNP Jambi Minta Pemda Keluarkan Perda Soal Pengawasan Vape Etomidate: Sudah Banyak Korban Kebakaran ini, menurut dia, tersebar di tujuh dari 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi. “Satu bulan terakhir belum (didata).
Tim masih melakukan operasi pemadaman dan pendinginan, jadi belum dapat dihitung,” kata Bachyuni saat dikonfirmasi Kompas.com. Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menyebut bahwa dalam periode 1 Januari 2026 sampai 13 Agustus 2026, total luas lahan yang terbakar mencapai 338.92 hektare, dan terdapat 2.795 hotspot atau titik panas.
“Untuk penanganan terkait Karhutla sebanyak 52 kasus, dengan rincian 46 proses lidik, enam kasus proses sidik dengan tujuh orang tersangka,” pungkasnya.(***)











